Senin, 15 Juni 2015

ISBN

Si Bung
Penulis: Rg. Bagus Warsono, Kategori: Kumpulan Puisi

Description: Si Bung

ISBN: 978-602-225-819-3
Terbit: Maret 2014
Halaman : 86, BW : 86, Warna : 0
Harga: Rp. 25.600,00
Deskripsi:
Pebaca terhormat, tak ada kata lain yang lain kecuali terima kasihku atas apresiasi pembaca yang sudi membaca puisi-puisi dalam antologi yang di beri nama Si Bung ini. Sebuah inspirasi dari inspirator kita Dr. H Akhmad Soekarno, seorang pemimpin besar Revolusi, Proklamator RI ini dan juga seorang seniman sejati. Dari profilnya memberikan inspirasi syair-syair yang kami kumpulkan dalam sepuluh tahun. Sajian khusus bagi pembaca budiman, untuk dinikmati sebagai seni. Salam sejahtera Rg. Bagus Warsono

Minggu, 14 Juni 2015

Di Bangka

10
Di Bangka

Kapal berlabuh di Bangka
Tak ada penduduk merapat
Mengira tamu lama
Yang pamer bedil tua
Dan topi baja
Aku bermalam di gereja
Dengan kawal siaga
Teman bumi putera
Ketika malam-malam berlalu
Rumah Bangka
Berteman pena
Menulis kata apa
Sendiri berkawan penjaga
Menanti surat dari Jawa
Kenapa tidur tak dapat nyenyak
Pagi membual dengan tetangga
Satu dua malam
Teman datang berganti
Sehingga sudi membuat kopi
Sahabat negeri begitu banyak
Bangka dikenang selamanya.

Rg. Bagus Warsono, 1996

Terang Benderang di Bandanaira

Terang Benderang di Bandanaira

Pagi di balik bukit
Tanpa awan di langit
Semorot surya timur terang benderang
Memanggil penduduk desa
Siaga bekerja
Karena hari ini tamumu datang
Lihat siapa gerangan
Berkopiah tampan
Berjalan tegap dalam pengawalan
Terang benderang di Bandaneira
Tak ada yang bangun kesiangan
Memberi gairah
Semangat bekerja bercocok tanam
Membangun rumah untuk Si Bung
Bilik bambu pilihan
Beras, sagu, dan ayam
Berkumpul di halaman
Tak ada lapar
Semua senang
Bersama untuk belajar.

Rg. Bagus Warsono, 1996

Malam di Sukamiskin

Malam di Sukamiskin

Nyamuk nempel di baju kumal
Menanti malam
Menuliskan pesan lewat kiriman makan
Sipir pribumi tua
Yang setia
Menjaga
Memberikan sarung
Terjaga dari nyamuk yang menunggu sedari siang.
Nyenyak
Malam di Sukamiskin.
Rg. Bagus Warsono, 1996

Jangan Terjemahkan Bahasaku

Jangan Terjemahkan Bahasaku

Dan ahli
fi
lsafat
Kumpul menjadi satu
Mengeja aksara membedah kalimat
Mencari tahu inti paragraf
Awam hanya mendengar
Kata dari teman
Kalimat plagiat
Tutur mengembang
Ia terjemahkan
Dalam laku budiman
Seorang terpelajar.
Aku melarang kau memaksa
Diterjemahkan salah kata
Mata belalak otak berkerut
Kau tak temukan apa-apa
Karena bahasaku hati dan jiwa
Rg. Bagus Warsono, 1996

Aku Tak Menitipkan Anak-Anakku

Aku Tak Menitipkan Anak-Anakku

Kecil
Aku ajari membidik burung gelatik
Untuk makan sore
Dan kau bisa memanah ikan dalam air
Tak berlari bertemu sanca
Tarik ekornya selagi kekenyangan
Dan benturkan kepalanya di batu
Aku ajari kau merayu
Macan lapar
Dengan tombak runcing bambu
Lalu sejak kecil mengerti
Memisahkan gabah dan beras dari butir padi
Kau dapat membawa diri
Membangun jiwamu sendiri
Dengan tiada tangis
Kau putra sejati.
Rg. Bagus Warsono, 1996

Kau Tempel Wajahku

4
Kau Tempel Wajahku

di Dinding Meja Kerjamu
Mencengkeram komando
Menatap wajah
Favorit bagi
fans
Sengaja kau letakkan
Background
kewibawaan
Siapa datang di meja kerjamu
Decak kagum pada pribadimu
Lalu menepuk dada
Bangga sebagai Soekarnois
Dan meniru perilaku
Jas berkantong banyak
Mengantongi amplop-amplop tamumu
Yang datang percaya
Background
kejujuran
Tamumu akan silau
Oleh tanda jasa
Kau jual aku dengan
Foto kepresidenanku
Kau tempel wajahku di dinding meja kerjamu
Yang dipigura ukir Jepara
5
Sebesar badan manusia
Kataku
Itu foto biasa
Hiasan semu.
Rg Bagus Warsono, 1999

Jangan Kunjungi Nisanku





3
Jangan Kunjungi Nisanku

Kau berdoa untukku namun kau
mengotori batu nisanku dengan abu rokok
melumurinya dengan tahi kerbau
dan menginjak-injak bumiku yang damai dengan kakimu
yang najis.
Sementara burung walet di Pantai Kidul menghargaiku
dan kera-kera hutan menjauh merasa ia tak pantas berada
bumiku damai
Padahal aku tak melarang
Sementra pengemis, gelandangan, dan petani
mengirim doa dengan tulus
tanpa doa-doa yang direkayasa
Yang hanya menutup bejat pejabat kita
Jangan kau kunjungi nisanku
Jika kau tak hendak melihatku
Karena aku sesungguhnya
Sudah tak berada di sana
Ketika orang-orang sepertimu datang di tempatku.
Rg Bagus Warson, 1993

Aku Menyaksikan

2
Aku Menyaksikan

Potret perjuangan
Dari buku yang kau tulis
Dari foto yang kau kumpulkan
Dan
fi
lm yang kau putar
Hanya sekuku
ireng
penderitaan
Aku melihat ribuan kepala berlinang air mata
Aku melihat darah membeku di mayat beku
Aku menyaksikan derita kesakitan menyayat
Sengsara
Lapar
Ketakutan
Kesakitan
Aku menyaksikan.
Rg Bagus Warson, 1996

Si Bung Menangis

1
Si Bung Menangis

Mari buka buku sejarahmu
dengan penggaris dan pena
menekan kata
Duhai kesuma
haruskah belajar mengeja
sedang umurmu tlah dewasa
Tersenyum Si Bung
memandang
anak-anak bangsa
Betanyalah! mengapa
aku pilih kacamata hitam
agar aku tak melihat
agar kau tak melihat
Di sana
Si Bung membuka kacamata
air mata membatu dalam sapu tangan
Merah putih
Kenapa tidurku tak dapat nyenyak
duhai kesuma
Selimuti aku dengan merah putihmu.
Indramayu, 21 Maret 2001, Rg. Bagus Warsono

Antologi Si Bung


Sabtu, 13 Juni 2015

Si Bung








Penulis: Rg. Bagus Warsono, Kategori: Kumpulan Puisi


ISBN: 978-602-225-819-3
Terbit: Maret 2014
Halaman : 86, BW : 86, Warna : 0
Harga: Rp. 25.600,00
Deskripsi:


Pebaca terhormat, tak ada kata lain yang lain kecuali terima kasihku atas apresiasi pembaca yang sudi membaca puisi-puisi dalam antologi yang di beri nama Si Bung ini. Sebuah inspirasi dari inspirator kita Dr. H Akhmad Soekarno, seorang pemimpin besar Revolusi, Proklamator RI ini dan juga seorang seniman sejati. Dari profilnya memberikan inspirasi syair-syair yang kami kumpulkan dalam sepuluh tahun. Sajian khusus bagi pembaca budiman, untuk dinikmati sebagai seni. Salam sejahtera Rg. Bagus Warsono