10
Di Bangka
Kapal berlabuh di Bangka
Tak ada penduduk merapat
Mengira tamu lama
Yang pamer bedil tua
Dan topi baja
Aku bermalam di gereja
Dengan kawal siaga
Teman bumi putera
Ketika malam-malam berlalu
Rumah Bangka
Berteman pena
Menulis kata apa
Sendiri berkawan penjaga
Menanti surat dari Jawa
Kenapa tidur tak dapat nyenyak
Pagi membual dengan tetangga
Satu dua malam
Teman datang berganti
Sehingga sudi membuat kopi
Sahabat negeri begitu banyak
Bangka dikenang selamanya.
Rg. Bagus Warsono, 1996